Jumlah

Stok : Tersedia

Harga :

Rp 50.400

Rp. 56.000   -10%

Awalan yang Menyimpan Daya Kekuatan

oleh :

Share on :
 
ADAKAH nuansa-nuansa filsafat Yunani dalam pewartaan iman Jemaat Gereja Perdana? Dalam Kisah Para Rasul yang ia tulis, Lukas menggunakan kutipan-kutipan dari kesusastraan dan filsafat Yunani. Dengan cara inilah, ia berusaha masuk dalam lingkungan orang-orang kafir terpelajar di masa awal perkembangan Gereja. Ia berusaha menyampaikan kebenaran iman tentang Yesus Kristus, kepada orang-orang Yahudi yang pada saat itu sangat kuat dipengaruhi filsafat Helenis. Lukas ingin menunjukkan, bahwa Kabar Gembira Kristiani adalah pemenuhan filsafat Yunani. Inilah salah satu kunci keberhasilan pewartaan Kristiani di masa-masa awal perkembangan Gereja. Hal yang penting bagi orang-orang Yunani adalah gnosis, ‘pengetahuan’. Lukas menunjukkan, bahwa Injil dapat memberikan suatu pengetahuan yang lebih mendalam, jauh melampaui filsafat Yunani. Namun, Lukas tidak bermaksud arogan. Ia berhasil dengan gemilang mengarahkan dialog spiritualitas Yudeo-Kristiani dan filsafat Yunani. Langkah besar yang berhasil dilakukan Lukas pada akhirnya dapat menjadi dorongan bagi kita di masa ini, untuk dapat mewartakan iman kita dalam dunia postmodern. Yaitu bagaimana seharusnya orang Kristen memposisikan diri dalam dialog dengan agama lain. Baru setelahnya, kita dapat menyampaikan inti pesan Yesus. Dalam bukunya, Daya Kekuatan Gerakan Awali: Permenungan atas Kisah Para Rasul, Anselm Grün menuntun kita untuk masuk dalam spiritualitas Gereja Perdana. Pada gilirannya, dengan menggali nilai-nilai iman di masa awal perkembangan Gereja, kita akan memahami bagaimana harus beriman di zaman kita saat ini. Nilai-nilai iman Kristiani dapat disampaikan kepada dunia dengan berdialog dengan nilai-nilai modern, namun tetap mempertahankan keluhuran iman Kristiani.
ISBN 978-979-21-6980-5
Seri
Pengarang
Terbit 2021
Halaman 144
Berat 195
Dimensi 148 x 210
Tag BACAAN ROHANI
3