Sub Kategori Produk
Silahkan menghubungi : KEP untuk pembelian buku ini

Sejarah Kehadiran dan Karya Tarekat MSC di Maluku

oleh :

Share on :
 
Kehadiran dan karya Tarekat MSC di Indonesia, khususnya di Maluku, diawali dengan tibanya dua misionaris dari Belanda, yakni Pater Mathias Neyens MSC dan Pater Hendricus Geurtjens MSC di Langgur pada tanggal 28 November 1903. Tarekat MSC mengambil alih wilayah misi ini dari para Yesuit. Dari sana, karya Tarekat MSC berkembang ke banyak wilayah Indonesia dan luar negeri. Penulis menyajikan kepada para pembaca, kisah-kisah, peristiwa-peristiwa, kegiatan-kegiatan pastoral dan kemasyarakatan, disertai sejumlah foto, tentang perkembangan Gereja di wilayah Maluku yang luas, yang membentuk satu keuskupan, yakni Keuskupan Amboina, dalam kurun waktu 1903–2020. Kehadiran dan karya MSC di Maluku secara khusus ditandai dengan penyerahan diri total dari 13 anggotanya, yakni Mgr. Johannes Aerts bersama 4 imam dan 8 Bruder, yang dibunuh oleh tentara Jepang pada 30 Juli 1942. Akhir hidup mereka dikisahkan sebagai berikut, “Bapak Uskup dan semua misionaris dibawa ke rumah pusat (dekat pantai). Tak lama kemudian mereka dibawa ke luar lagi, mata tertudung dengan kain putih. Lalu mereka didorong, ditolak, dan ditarik ke pantai, sampai di bagian kering di sebelah barat dermaga. Mereka diatur demikian rupa sehingga membentuk satu barisan menghadap darat. Pada detik itu, terdengar dari mulut Pater Berns seruannya yang tersayang, ‘Untuk Kristus, Raja kita!’ Dijawab oleh semuanya dengan berseru, ‘Jadilah!’ Itulah semboyan Pengawal Muda, yang dipimpin oleh Pater Berns. Serempak juga, terdengarlah tembakan para tentara Jepang. Semuanya jatuh ke pasir laut itu. Orang-orang yang hadir di situ, disuruh oleh komandan untuk membuang mayat-mayat ke laut. Bruder van Schaik masih hidup dan masih sempat mengatakan sesuatu. Kemudian diberi penegasan ini, ‘Siapa yang masih mau menguburkan mayat-mayat ini, dipandang seorang kriminal dan akan ditembak mati’.” Darah para “martir” ini menjadi benih yang baik dan subur bagi pertumbuhan Gereja di Maluku sampai sekarang. Melalui buku ini, penulis ingin menyampaikan, “Masyarakat Maluku dan Maluku Utara dari banyak segi bercorak majemuk, antara lain dari segi agama. Umat Katolik di Maluku merupakan suatu minoritas, yakni hanya lima persen dari jumlah penduduk .... Amat pentinglah bahwa dalam wilayah yang begitu luas ini—lebih luas daripada keuskupan mana pun di Indonesia—terjalinlah kesatuan.”
ISBN 978-979-21-6986-7
Seri
Pengarang
Terbit 2021
Halaman 320
Berat 385
Dimensi 148 x 210
Tag E-Book, BOD, KEP, Lainnya
3