Silahkan menghubungi : KEP untuk pembelian buku ini

Fungsi Imamat Jabatan - Menurut Perkembangan Pengertian Iman Gereja

oleh :

Share on :
 
Setelah menerima pengurapan Roh Kudus melalui tahbisan suci, seorang imam Katolik mendapatkan kuasa suci (sacra potestas) untuk bertindak atas nama Kristus (in persona Christi agere) untuk melaksanakan tiga tugas Kristus serentak menjadi abdi Kristus sebagai nabi, imam, dan raja. Melalui tugas dan pengabdian itu, para imam terus-menerus berjuang bersama umat membangun Gereja menjadi umat Allah, Tubuh Mistik Kristus, dan Bait Roh Kudus di dunia. Tuntutan yang paling utama baginya, setelah memperoleh kuasa dari Kristus dan dipersatukan secara istimewa dengan Kristus sekaligus dilengkapi dengan rahmat dan kuasa yang dibutuhkan untuk menunaikan tugasnya sebagai pemimpin dan pemersatu umat demi membangun Tubuh Mistik Kristus, adalah kerelaan dan kesetiaan untuk mengabdikan diri demi pelayanan terhadap umat, dunia dan Tuhan. Buku ini menekankan bahwa dengan kuasa suci yang diterimanya, sang imam berjuang untuk melayani umat melalui pelayanan perdamaian yang membebaskan orang dari kungkungan dosa dan menjadikan mereka bahagia dalam komunio dengan Allah, dan dengan itu menjadi sanggup hidup dalam persatuan dengan orang lain. Konsekuensi lanjut dari gagasan itu ialah bahwa dengan kuasa sucinya, para imam harus menjadi tanda yang kelihatan tentang kehadiran Kristus yang aktif, menjadi pemimpin dan pemersatu umat, sebagai tanda efektif (sakramental) dari Kristus sebagai kepala umat. Konsekuensi lainnya, dalam menjalankan fungsinya sebagai pemimpin umat, imam tidak boleh mencari kepentingannya sendiri, tetapi senantiasa mencari dan melaksanakan kepentingan Kristus.
ISBN 978-979-21-6222-6
Seri
Pengarang
Terbit 2019
Halaman 104
Berat 145
Dimensi 148 x 210
Tag BACAAN ROHANI
3