Silahkan menghubungi : KEP untuk pembelian buku ini

Kabupaten Bengkayang Dulu, Kini & Masa Depan

oleh :

Share on :
 
Era demokratisasi ditandai pergantian kepemimpinan nasional terhitung 21 Mei 1998, membawa angin perubahan dalam sistem pemerintahan di daerah. Di Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyetujui pembentukan Kabupaten Bengkayang, terpisah dari Kabupaten Sambas yang berkedudukan di Singkawang, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999, tanggal 27 April 1999. Tanggal 27 April 2019 merupakan peringatan HUT ke-20 Kabupaten Bengkayang. Merayakan momentum penting itu, para penulis yang memiliki keahlian di bidang masing-masing mendokumentasikan dan menarasikan berbagai capaian sejak awal berdiri. Sebagai kabupaten baru dengan ragam tantangannya, pemerintah Kabupaten Bengkayang sukses ‘meracik’ konsep pembangunan yang memadukan sistem manajemen modern dengan social capital masyarakat Bengkayang yang didominasi etnis Dayak, meski secara umum juga sangat plural. Lalu, secara tepat memberi prioritas pada pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur di awal memberi dampak bagi tahapan pembangunan selanjutnya. Gerak pembangunan seterusnya dipacu ke bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, industri jasa, pariwisata, bahkan teknologi berhasil menciptakan rantai keberlanjutan yang prospektif. Pilihan strategi ini tidak saja dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan, melainkan hendak menempatkan Bengkayang sebagai Kabupaten Perbatasan yang lebih maju dan mandiri. Membangun daerah perbatasan memiliki tantangan yang tidak mudah lantaran sebagai ‘etalase negeri’, frase pembangunan memiliki makna meluas (ekstrapolasi) melampaui definisi yang lazim, di mana tidak bisa dilepaskan dari tantangan mengelola dan merawat rasa nasionalisme masyarakat yang berhadapan langsung dengan ‘godaan kemajuan’ negara tetangga. Dalam hal ini, konsepsi mengejar ketertinggalan bukan semata-mata diukur dalam perbandingan dengan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia, melainkan, secara kasatmata ditarik dalam tegangan perbandingan dengan kesejahteraan dan hasil pembangunan fisik yang dialami masyarakat di negara tetangga. Hasil-hasil pembangunan dan berbagai perkembangan yang dialami langsung oleh masyarakat Bengkayang, serta berbagai kiat-kiat sukses dari pemerintah Kabupaten Bengkayang itulah yang diartikulasikan dengan apik dalam buku ini. Dilengkapi dengan data-data valid dari instansi terkait, juga hasil wawancara dan pengamatan langsung, para penulis berhasil membuat buku ini tidak saja informatif dan kaya data, melainkan juga menyajikan analisis, prospek, dan berbagai potensi unik Kabupaten Bengkayang sambil mengingatkan ragam tantangan potensi di masa depan untuk diantisipasi.
ISBN 978-979-21-5589-1
Seri
Pengarang
Terbit 2019
Halaman 352
Berat 525
Dimensi 155 x 230
Tag ILMU SOSIAL
3