Silahkan menghubungi : KEP untuk pembelian buku ini

Membangun Eko-Teologi Kontekstual GKPB dlm Menghdapi Krisis Ekologi di Bali

oleh :

Share on :
 
Bali sejak dahulu dikenal sebagai tempat pariwisata dengan destinasinya yang indah dan menarik, baik alam maupun budaya. Keinginan untuk terus mengembangkan daerah pariwisata tentunya baik, namun tanpa mengabaikan nilai –nilai lokal alam yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Rencana reklamasi Teluk Benoa mendapat penolakan keras oleh Pekraman masyarakat Bali sebab bagi masyarakat Bali reklamasi ini ancaman besar bagi keberlangsungan jagat Bali. Dari perspektif budaya, ada dua alasan utama penolakan reklamasi. Pertama, kawasan Teluk Benoa merupakan kawasan suci. Kedua, reklamasi di kawasan Teluk Benoa ini bertentangan dengan pandangan filosofi masyarakat Bali, yakni Tri Hita Karana. Dalam tradisi Alkitab Perjanjian Lama ditemukan kisah-kisah tentang Teofani alam yang memperlihatkan bahwa Tuhan memakai alam sebagai penampakan-Nya atau simbol ilahi. Hal ini berarti dalam konteks kekristenan sesungguhnya ditunjukkan bahwa Allah selain bersifat transenden juga bersifat imanen. Dengan demikian, hal ini dapat didialogkan dengan konteks Bali, dalam kaitan dengan nilai-nilai ekologi lokal yang mereka hidupi. Kedua hal ini memperlihatkan adanya relasi hubungan Tuhan dengan manusia dan alam tidak dapat dipisahkan.
ISBN 978-979-21-5869-4
Seri
Pengarang
Terbit 2019
Halaman 292
Berat 395
Dimensi 155 x 230
Tag ILMU SOSIAL
3