Silahkan menghubungi : KEP untuk pembelian buku ini

Tawa Menghambat Tua

oleh :

Share on :
 
“… Pastor Medi bertanya, “Saudara Alexander, apakah Saudara bersedia mengasihi dan menghormati istri Saudara dalam suka dan duka seumur hidup?” “Ya, saya bersedia,” suaranya lirih dan lemah, sehingga banyak umat tak mendengarkan. Pastor Medi setengah membentak berkata, “Agar semua umat mendengar, tolong jawab dengan kuat!” Dengan terkaget-kaget, mempelai pria menjawab dengan suara keras, “Ya, saya kuat!” Buku ini memang berisi humor. Humor tentang berbagai hal di seputar kehidupan iman, frater, suster dan umat awam, di sebuah paroki pinggiran. Jumlahnya genap 100. Peristiwanya memang banyak terjadi di paroki desa dan bahkan dekat laut. Jika ada yang tersindir, bukan maksud penulis untuk melecehkan institusi atau pribadi. Setiap komunitas umat, pastor atau umat dan pastor pasti ada sisi-sisi humornya. Konotasi pinggiran memberikan gambaran yang tak menguntungkan. Jalan-jalan rusak parah, jarak tempuh jauh, kendaraan jelek, tua, boros bahan bakar, sering rusak, dan tragisnya pemasukan dana minim. Dengan situasi itu, haruskah kita merintih dan meratap? Penulis tersohor, Mark Twain, menulis, “sumber humor yang sesungguhnya adalah penderitaan.” Meratap, merintih, dan kecewa membuat wajah kita bersungut-sungut dan kusut. Emosi orang yang in a bad mood dan marah akan merusak wajah. Inilah penyebab wajah tampak cepat tua. Maka tertawalah untuk menghambat tua.
ISBN 978-979-21-5503-7
Seri
Pengarang
Terbit 2018
Halaman 248
Berat 195
Dimensi 110x180
Tag FIKSI
3