Jumlah

Stok : Tersedia

Harga :

Rp 66.500

Rp. 95.000   -30%

Lukas, Injil Kaum Marginal

oleh :

Share on :
 
Dalam naskah Perjanjian Baru, Injil Lukas selalu diberi tempat ketiga, sesudah Injil Markus dan sebelum Injil Yohanes. Dengan demikian kedekatan Lukas dengan kedua injil sinoptik lain terjaga dengan baik, tetapi hubungannya dengan Kisah Para Rasul, jilid kedua karya Lukas, terputus. Injil Lukas disusun dan harus dibaca sebagai jilid pertama dari karya lebih besar “Lukas-Kisah” yang adalah karya terpanjang dari satu tangan dalam Perjanjian Baru (26%). Lukas bersama gurunya Paulus memberi kita separuh lebih dari Perjanjian Baru. Sejak dahulu, Injil Lukas menjadi kesukaan pembaca dan pewarta, karena di sini ditemukan perumpamaan dan cerita lainnya Yesus yang teramat mengesankan, seperti misalnya mengenai seorang Samaria yang berbelas kasihan, anak yang hilang, Lazarus dan orang kaya, dan Zakheus. Seni cerita Yesus dalam Injil Lukas tak hanya indah tetapi juga menggugah sebab selalu memberi tempat kepada orang-orang yang disingkirkan, entah karena dosanya, atau kemelaratannya, atau penyakitnya, atau keasingannya. Kaum marginal itu ditarik ke pusat bukan hanya dalam ajaran tetapi juga dalam pergaulan dan perbuatan Yesus. Maka orang-orang kecil sepanjang masa selalu menemukan peneguhan dalam injil ketiga yang juga sudah banyak mengilhami ajaran sosial Gereja. Buku Lukas: Injil Kaum Marginal ini disusun bagi pembaca yang mencari pesan Yesus versi Lukas. Seperti ketiga jilid sebelumnya, tentang Matius, Markus, dan Yohanes, juga jilid keempat ini bermaksud memberi keterangan dan pemahaman tentang hal-hal yang utama. Keterangan tentang detail-detail yang kurang penting untuk pesan utama, dibiarkan sebab sekarang mudah dicari sendiri di internet dengan mengetik referensi ayat dan kata kunci, misalnya di Google Search. Buku ini memperhatikan kebutuhan akan bahan kursus, baik bagi pemberi maupun peserta. Untuk tujuan itu diberi pengantar singkat ke dalam Injil Lukas, garis besar kisah injil, penyusunannya dari pelbagai sumber, jemaat dan tujuannya, dan juga pandangan teologis yang muncul dari tulisan ini. Untuk membantu mereka yang ingin membaca Injil Lukas secara kontinu, tak hanya ditunjukkan garis besar injil dalam bagian “Pengantar kepada Injil Lukas” tetapi juga kesebelas bab penafsiran selalu diawali benang merah bagian injil yang bersangkutan, untuk menolong membaca bagian itu. Bagi pembawa homili Hari Minggu selama tahun C, atau pemandu kelompok pendalaman Injil Lukas, disajikan tafsiran khusus tentang suatu seleksi perikop, separuh lebih Injil Lukas, yaitu semua perikop yang digunakan dalam Lectionarium atau Evangeliarium yang diikuti dalam ibadat Hari Minggu dan Hari Raya Gereja Katolik dan beberapa Gereja Kristen lainnya. Tujuan tafsiran itu adalah menetapkan pokok pewartaan utama dari penggalan yang bersangkutan. Pembaca dan pewarta yang ingin merenungkan makna firman untuk hidupnya sendiri dan hidup bersama sebagai umat dan masyarakat dewasa ini, dibantu dengan beberapa pertanyaan panduan pada akhir tafsiran setiap teks pilihan. Pertanyaan di kolom kiri membantu mencari maksud teks. Pertanyaan di kolom kanan mendorong permenungan maknanya bagi kehidupan sekarang. Lebih seru bila lebih dahulu mencoba sendiri mempelajari dan merenungkan firman, lalu baru melengkapinya dengan membaca keterangannya.
ISBN 978-979-21-5813-7
Seri
Pengarang
Terbit 2019
Halaman 408
Berat 475
Dimensi 148 x 210
Tag KITAB SUCI
3